Alter Ego

asap elektron mengabut. mengaburkan layar smartphone 5,5″. seorang bekas penyair mencoba menulis sajak. lagi. lagi. tapi tak pernah berhasil menjadi puisi. puisi. kata benda yang abstrak. abstrak sekali. bekas penyair itu meregangkan otot retina matanya yang tanpa kacamata lensa plus dua silindris. lalu kata-kata membayang. bekas penyair itu membelah diri. menjadi kami. hilang aku dalam […]

Continue Reading

Berbuka Puasa

kami gugurkan pantangan seharian ini dengan apa-apa yang manis, semisal tangisan anak bungsu yang merajuk minta digendong atau cemberut si sulung minta pinjam laptop bapaknya. sedangkan kolak hangat boleh beli di pinggir jalan hanyalah larik-larik sampiran dalam sebuah pantun klise.

Continue Reading

Cahaya

betapa kami sibuk mencari-cari cahaya yang lupa kami taruh di mana. di relung-relung di sudut-sudut kamar di kolong-kolong perabot rumah kami semua kami teliti dengan seksama kami soroti dengan lampu senter, kami nyalakan semua lampu di reruangan rumah kami, tetapi cahaya yang kami cari-cari itu tak kami temu jua. di luar, hujan di musim kemarau […]

Continue Reading

Kopi

kopi hitam di cangkir kaleng kami kali ini membuat pagi kami tampak pasi setelah purnama semalam begitu cerah dan wangi. kamipun bertanya pada sebutir bubuk kopi yang mengendap di sela-sela gusi, “apa kabar langit hari ini?” “usah kau risaukan perihal langit,” ujar si debu kopi, “nikmati saja Aku” kami lalu tertawa getir sembari mengetik-ngetikkan ulang […]

Continue Reading