Berbuka Puasa

kami gugurkan pantangan seharian ini dengan apa-apa yang manis, semisal tangisan anak bungsu yang merajuk minta digendong atau cemberut si sulung minta pinjam laptop bapaknya. sedangkan kolak hangat boleh beli di pinggir jalan hanyalah larik-larik sampiran dalam sebuah pantun klise.

Continue Reading

Cahaya

betapa kami sibuk mencari-cari cahaya yang lupa kami taruh di mana. di relung-relung di sudut-sudut kamar di kolong-kolong perabot rumah kami semua kami teliti dengan seksama kami soroti dengan lampu senter, kami nyalakan semua lampu di reruangan rumah kami, tetapi cahaya yang kami cari-cari itu tak kami temu jua. di luar, hujan di musim kemarau […]

Continue Reading

Kopi

kopi hitam di cangkir kaleng kami kali ini membuat pagi kami tampak pasi setelah purnama semalam begitu cerah dan wangi. kamipun bertanya pada sebutir bubuk kopi yang mengendap di sela-sela gusi, “apa kabar langit hari ini?” “usah kau risaukan perihal langit,” ujar si debu kopi, “nikmati saja Aku” kami lalu tertawa getir sembari mengetik-ngetikkan ulang […]

Continue Reading

Uban

helai-helaian rambut kami memutih layu seperti daun yang tua menguning lalu gugur terembus angin. uban kami tak gugur, tetap bertahan akarnya di ladang kepala kami yang terlalu sering kemarau, terlalu sering terbakar amarah yang terperam diam-diam. helai-helaian rambut kami memutih mengabu, pudar kegagahannya yang legam tinggal lembar yang lunglai¬†macam cerita tua yang lelah dibaca berulang […]

Continue Reading

Kami Belajar Lagi Membaca Angin

lalu kami coba membuka lagi kelopak mata di dalam dada kami agar kembali dapat kami baca aksara yang dibisikkan angin dingin kemarau dini hari. agar kembali dapat kami tafsirkan notasi-notasi sayup-sayup ke dalam kalimat-kalimat lugas, meski patah-patah. meski gagap. betapa di tengah pikuk riuh huruf-huruf yang berebut kata-kata, berebut kalimat dan paragraf tak mudah sungguh […]

Continue Reading

Umbu

: Umbu Landu Paranggi kita tak saling kenal muka, hanya kudengar namamu sering disebut, dibisikkan oleh batu-batu tempat kau sembunyikan mantra dan doa. kita tak saling kenal, hanya kadang kudengar degup jantungmu digunjingkan¬†dalam sajak-sajak anak-anakmu, bersapa dengan degup jantungku. kita tak saling kenal muka, tapi kita sering bersapa dalam bahasa batu-batu, tanpa kita tahu. bahasa […]

Continue Reading