KADO ULANG TAHUN

: pinang

hanya ranting patah yang mengekalkan waktu, sedang
tahun-tahun menderas bersama jam pasir, kita membalikannya
di setiap butir terakhir. “urip ki mung mampir mangan lan
ngombe le,”
desis mbah dalam kunyah merah sirih, seraya menutup
halaman terakhir kisah tentang sysiphus.

hanya dalam setiap ranting patah, Tuhan menunggu di garis horizon,
sedang kita setia kelon dengan tuhan-tuhan kita sendiri.

*) sajak ini ditemukan kembali tahun 2007 dalam buku kumpulan puisi Tulus Widjanarko “malam, dengan sebuah tanda”, versi buku tersebut mengalami penyuntingan sebagai berikut:

Kado Ulang Tahun
: pinang

hanya ranting patah kekalkan waktu,
tahun-tahun menderas bersama jam pasir,
kita membalik[k]annya di butiran terakhir.

“urip ki mung mampir mangan lan ngombe le,”
desis simbah dalam kunyah merah sirih,
seraya menutup halaman terakhir kisah paling perih.

hanya dalam ranting patah,
tuhan menunggu di garis horizon,
sedang kita setia kelon
dengan tuhan-tuhan kita sendiri.

Reply