1. Tentang Puisi

Definisi tentang apa itu puisi tak pernah memuaskan. Setiap penyair maupun ilmuwan sastra silakan membuat definisi masing-masing. Puisi sedemikian luas, membatasinya dengan definisi hanya akan mengulang kisah seekor gajah dan tujuh (atau seratus!) orang buta.

Bila engkau sungguh ingin menjadi pemuisi, hayatilah puisi itu sebagai atmosfir, atau sebagai habitat, tempat kau hidup dan menghirup nafas. Banyak penyair mula-mula terjebak oleh definisi sastra sebagai “kata-kata indah”. Maka tulisan-tulisan mereka pun bersolek dengan ungkapan-ungkapan cliché, ungkapan kuno yang selalu diulang-ulang.

Bersolek memang perlu, tetapi kecantikan sesungguhnya tetaplah yang ada di balik bedak tebal dan gincu yang menyala itu. Begitu pulalah puisi. Puisi yang cantik alami akan lebih mempesona ketimbang puisi yang bergenit-genit dengan make-up yang menor. Lebih bagus lagi jika puisi tersebut mampu memancarkan aura dari dalam, inner beauty, yang akan tetap mempesona dalam ketelanjangan, kebersahajaan dan keluguannya, tanpa sebutir molekul bedak pun.

1 Reply

  1. Usup Supriyadi Reply

    izinkan aku mengaji
    mulai dari sini ya, mas pinang
    🙂

    aku berpuisi sebab pada puisi aku hidup karena ada kehidupan di dalamnya

Reply to Usup Supriyadi X