6. STASIUN KEBERANGKATAN: Dari Mana Mulai?

Ada penyair yang mulai dari menuliskan sebaris judul, kemudian dari situ ia berkutat mengembangkannya ke dalam larik-larik. Ada yang mulai dari gagasan, kemudian dia membuat sketsa-sketsa, diedit sana-sini, baru dicarikan judul yang sesuai.

Ada lagi yang langsung menuliskan apa saja yang saat itu terlintas di benaknya, spontan, sekali jadi. Bisa dituliskan di kertas, langsung diketikkan ke atas keyboard komputer, atau bahkan langsung dikirimkan ke seseorang lewat SMS.

Ada juga yang tiba-tiba melihat sebaris frasa atau kalimat yang muncul berulang-ulang dalam benaknya. Dari baris itu kemudian dikembangkannya menjadi puisi.

Ada juga yang bekerja berbeberapa orang, saling sambung-balas baris atau bait, atau bahkan saling berbalas puisi. Kerja kolaborasi seperti ini sangat menyegarkan ketika si penyair sudah begitu terserap dalam gayanya sendiri. Proses bersama begini sangat bagus untuk “berkomunikasi” dengan (gaya) penyair lain. Semacam jam session dalam jazz.

Tak soal dari mana kau berangkat menuju puisi. Dari pengalaman, akan kau temukan cara-caramu sendiri, bahkan ketika kau macet sekalipun.

Reply