21. Studi Pustaka

Baiklah kita istirahat menulis puisi. Mari sekarang kita ke perpustakaan dan membaca buku-buku puisi penyair-penyair yang telah lebih dahulu di depan kita. Di sana mungkin akan kita temukan jejak-jejak perjalanan mereka.

Apa yang perlu dilihat dari sajak-sajak mereka? Lihatlah ucap-ucapan mereka, cari mana yang cliche yang membosankan karena sudah berulang kali kita temukan di tempat lain, mana yang segar dan baru pertama kali itu kita lihat. Lihat pula bagaimana mereka menciptakan suasana yang bisa dicerap dengan indra. Apakah sajak-sajak itu bisa mengajakmu bicara kembali dengan memori? Tak kalah penting, baca juga esei yang mengantar atau menutup buku itu. Tak jarang akan kautemukan pula telaah yang cerdas dan penting, meski tak jarang pula hanya kautemukan puja-puji di sana.

Nah, mudah-mudahan akan ada sedikit pencerahan kautemukan dari buku-buku itu. Eitt… tunggu dulu. Jangan buru-buru menulis puisi lagi. Kita kan masih istirahat?

Reply