Memori Rumah pada Secangkir Kopi

:TS.Pinang

sekerat kenang silam lahir kembali di mata puisimu. bergetaran tak tentu. dadamu menyembunyi guratan rindu. kau menyelam mencari tentram di secangkir kopi. tapi gayamu meraciknya menculik dirimu pada memori tentang rumah. tentang ibu bapa. kumpulan sesobek warna sejarah lama. dan mata itu kian meredup sejak senja lalu. sejak anak anak burung beramai pulang ke sarang menjemput ibu. maka apa ditunggu? istana masa kecil mungkin sekarang mesti dituju.

(agar tak banyak senja lewat tanpa tanda)

Yogyakarta,Maret 2003

Please follow and like us:

Reply