36. Kutukan Itu

Penyairku, jika kaudengar kabar tentang penyair yang mati karena overdosis alkohol atau obat penenang, atau karena penyakit organ dalam yang akut, atau bunuh diri karena patah hati, atau menjadi gila karena bingung, kabar itu mungkin benar. Akan (bahkan mungkin telah) kaubaca kisah-kisah tentang hayat penulis-penulis besar, tak jarang akan kau temui kisah-kisah sedih belaka. Juga kisah-kisah tentang hidup yang rapuh, sosok yang remuk-redam, di balik karya-karya gemilang yang mereka hadirkan.

Chairil Anwar yang legendaris itu, Penyairku, adalah contoh lokal yang kita punya. Ia mati sangat muda oleh penyakit kelamin (dan mungkin juga penyakit organ dalam) akibat gaya hidupnya yang gelisah dan redam. Gibran Kahlil Gibran (dibaca: Jibran), juga mewakili sosok yang remuk dalam kehidupan kesehariannya. Tentu akan kaubaca juga suatu saat tentang sastrawan-sastrawan besar yang meninggal karena karya-karya tulisnya, baik secara langsung akibat dari tulisannya, maupun dari gaya hidup kesastraannya itu.

Ada juga, Penyairku, penyair yang hidup nyaman setelah menemukan posisi yang mapan secara finansial. Bahkan, ada juga yang mulai menulis secara serius setelah kehidupan ekonominya tertata, atau menjadi figur khalayak karena aktivitasnya di bidang yang lain. Jangan terkejut jika ada artis pesohor televisi kemudian membaca atau menulis puisi.

Penyairku, gaya hidup itu pilihan. Juga keseriusan menekuni jalan puisi. Semuanya mengandung konsekuensi. Contoh-contoh di dua paragraf awal tadi adalah contoh-contoh ekstrem. Selalu ada ekstrem lain di ujung satunya, bahkan selalu ada titik timbang di tengah-tengah. Lalu pada akhirnya, kau akan harus memilih. Apapun pilihanmu nanti, Penyairku sayang, puisi tetaplah puisi.

Penyairku, silakan nanti kaubaca sendiri
perihal kutukan kepenyairan itu. Kau akan mengerti.
Pada saatnya nanti.

1 Reply

  1. harvey Reply

    Menjadi seorang penyair itu,adalah anugerah dari tuhan bukanlah suatu kutukan.Dan merupakan suatu kebodohan jikaberanggapan seperti itu.
    Tuhan sudah memberi kita talenta maka kembangkanlah talenta itu.Jikalau talenta itu menjadi seorang penyair.
    jangan pernah takut untuk berkarya.

Reply