39. Pengakuan Kepenyairan

Penyairku yang sedang berbahagia, memang menyenangkan mendapati puisi kita nampang di media massa, entah koran nasional entah majalah sastra.

Banyak juga penyair yang gelisah ketika puisi-puisi mereka tak “tembus” seleksi para redaktur sastra di koran-koran, di situs internet, di majalah-majalah budaya. Ketika pengalaman (karyanya ditolak oleh redaktur) itu berulang sampai titik tertentu kejenuhan pun tiba. Setelah itu yang terjadi mungkin si penyair akan patah arang dan menutup buku catatan puisinya, atau mengumpat-umpat di forum-forum publik sambil menghujat penyair-penyair yang kebetulan “lebih beruntung” dan melecehkan karya-karya mereka. Namun, ada juga penyair-penyair itu yang semakin terpacu semangatnya dan terus berlatih mengasah ketrampilan teknik dan kepekaan rasa puitiknya.

Pengakuan! Itulah kiranya yang banyak dikejar oleh para penyair sebagai ujud keberadaan mereka, bentuk kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat sastra, khususnya (per)puisi(an). Pentingkah pengakuan orang lain (atas kepenyairan kita) itu? Pentingkah diakui bahwa kita telah “resmi” menjadi penyair (hanya) ketika karya kita tersiar di media publik?

Penyairku, betapa naif dan dangkal ketika pengakuan itu menjadi obsesi. Obsesi demikian akan semakin menjauhkanmu dari hakikat puisi. Baiklah, engkau telah membubuhkan tanda tanganmu di sebuah halaman majalah sastra. Itu akan menjadi batu penanda jarak perjalanan kepenyairanmu. Nikmatilah sebagai kemewahan atas usaha kerasmu selama ini. Semata sebagai imbalan atas tetes keringat puitikmu. Tetapi, Penyairku, jangan kaubiarkan perasaan senang dan bangga itu melenakanmu. Perjalanan masih jauh. Jauh sekali.

Bagaimanapun, Penyairku sayang, aku tetap bangga dan tersenyum untukmu selama engkau terus menulis puisi. Dengan atau tanpa pengakuan siapa pun atas kepenyairanmu.

Selamat atas dimuatnya sajak Adhika Annissa “Lukisan Hampa” di segmen Kakilangit majalah Horison, April 2003.

1 Reply

  1. Aminudin Reply

    Tapi kan boleh, berkarya sambil cari duit? Nah, itu masalahnya.

Reply