Fragmen Hati

: TS Pinang

di lembar daun yang baru saja terpelanting digoyang angin tertulis hakikat surat garis yang kan terbaca oleh siraman tajin tubuhmu yang asih dan bau tentang suatu rahasia sehelai benang merah yang kan menguncir ubanmu

ketika melayanglayang ia menebar pesona diantara nyata dan semu dari suatu keinginan yang terpenggal musim terbuai kanakkanak dan airsusu

keletihan menyunggi batu yang jantungnya tertancap lembing rindu kulitnya tercakar kukukuku sendu tak lain adalah kembaran jiwamu yang hujan di suatu ketika merapi berselera kabut meneteskan embun di ketiakmu

di airterjunhitam mati oleh wewangi dan kuncir tersimpan kenangan untuk senja yang menanti keriput keningmu di sudut kelopak matahari yang terguris biru dan hitam karna malam yang menolak kau intimi

harihari yang manja demikian lajunya mengirimmu dengan terpaksa ke stasiun kereta dan kau menggumam kidung asmaradhana slendro songo dan pangkur jenggleng siul loko, lalu segumpal daging basah teremasremas hingga terbekas telapak disana ada bekas telapak jiwamu disini ada sebentuk daging basah itu dan kau pasti tahu, selanjutnya adalah derita rindu.

Jakarta, 30 April 2003

Reply