40. Kirim-kirim Karya, Yuk!

Ehmm… sudah lama dan banyak menulis puisi? Sudah merasa mencapai kemajuan dalam berpuisi? Sudah merasa menjadi penyair yang berdedikasi tinggi? Baiklah, daripada gelisah dan jadi jerawat, mengapa tak mengirimkan karya-karyamu ke media-massa?

Masih was-was, takut ditolak? Jangan takut, Penyairku, kirimkan saja karya-karyamu ke media-massa. Semakin ketat sistem seleksinya semakin bagus. Anggaplah itu sebagai bagian dari proses kreatifmu, lalu soal apakah karyamu nanti akan dimuat atau ditolak biarlah kita biarkan menjadi buah tebakan kita.

Bolehkah saya kirimkan karya saya ke dua atau lebih media-massa sekaligus?
Penyairku, sebagian besar media-massa menginginkan karya yang eksklusif sehingga mereka kebanyakan tak suka jika karya kita dimuat di beberapa media lain pada saat yang bersamaan. Ini dari sudut pandang para redaktur media tersebut. Tetapi banyak juga pengarang yang merasa berhak “menjual” karya-karyanya ke berapa pun media-massa yang mereka mau. Alangkah kasihan kalau sebuah karya yang telah dibuat “sambil berdarah-darah” itu “hanya” dihargai dengan honorarium satu kali pemuatan saja.

Begitulah kira-kira, ada dua kepentingan yang berseberangan. Nah, Penyairku, semuanya adalah pilihan.

Reply