reinkarnasi puisi

kepada Junus Ludji Djonga

“seorang sahabat, nasrani yang taat
berkirim tasbih kayu cendana
hadiah ulang tahun yang terlambat”
– catatan harian suatu masa

peta kumal mulai aus garis-garisnya. gua telah penuh gambar dinding-dindingnya. bintang bajak menunjuk pintu alam hening-hampa. penyair majnun sendiri. dada telah penuh nama-nama dalam rongganya. relung rahasia cinta. percuma mencari bintang di kejauhan sedangkan langit telah lenyap seraya lesap dalam rasuk dada. tak perlu rusuk patah dan kening memar. lafal zikir di genggam tangan. tuhan tertulis dalam puisi dan kitab-kitab suci, meresam dalam tetes keringat. sedang doa runtuh dari bibir para penipu. sedang bayi-bayi terlahir kembali dalam remang puisi, empat malaikat dan satu nama yang selalu terhenti di cekat ucap!

Reply