Sajak Munafik

semakin lama cuaca semakin resah

siang memanggang nafsu dan rindu telah terbakar

penyair mengumbar dada yang menipis oleh usia

dan rambut telah semakin banyak gugur

janji-janji tak tunai

dan hujan yang terlambat datang

menusuki hati penyair sepi

seperti runcing dedaun bambu

kering oleh dendam tabu

semakin lama matahari semakin tua

didera bosan oleh kutuk semesta

tertawa miris dalam uap airmata

tak sempat mengembun

sedang penyair masih terampil

membohongi mimpi, menegang nyali

meratapi masa kecil

tak datang kembali

2003

Reply