63. Ramadhan Puisi

PENYAIRKU tersayang. Hari-hari khusus dalam praktik ritual beragama dapat pula digunakan sebagai waktu yang bagus untuk merenungi tema-tema ketuhanan dalam puisimu.

Sebulan Ramadhan ini misalnya, dapat kauisi dengan jurnal puisi dengan pilihan tema religius. Satu sajak setiap hari. Tentu saja masih harus diingat, puisi itu mesti tetap puisi dan bisa diapresiasi sebagai puisi, bukan sekadar kutipan doa-doa dari buku suci. Jadikanlah puisimu kali ini doa-doamu sendiri, doa-doa seorang penyair.

Reply