Januari

-untuk TS Pinang

Di tanah ini bunga Januari mekar di sela

Hujan yang bertubi menggenangi hari, melaratkan

Bunga tanah dan dedaun cokelat. Gerimis, lalu

Matahari sebentar-sebentar menerabas bumi

Kemudian hujan. Sebatang lamtoro pokoknya

Tumbang. Tak kukira sebelumnya, pagar bunga

Sepatu dan daun-daun pisang roboh tak karuan

Dalam lebat halaman masih sunyi. Barangkali

Orang-orang enggan meributkan. Tak kunyana,

Begitu ringkas ia akan rebah

Demikianlah, di sebalik kamar ini aku meringkus

Kata-kata. Sebuah catatan tentang hujan dan

Gelisah yang tak jua jengah, seperti puisi

Seperti usia yang tak usai

Duh, begitu percaya aku pada kata-kata. Maka

Kusimpangkan gelisah di samping puisi-puisi

Gerimis. Semua yang basah,

Mereka yang kedinginan, cerita-cerita ibu dulu,

Dan kado tahun baru untuk pacarku? Kucatat

Baik dalam kenangan dan agenda

Kucatat baik tentunya, sebagaimana

Angka-angka kalender yang bertanggalan,

Sebagaimana pokok pohonan yang bertumbangan,

Sebagaimana air dan matahari menerabas

Bumi, sebagaimana air mata dan mata hati

Mengawasi jagat ini

Sebagaimana tak kukira sebelumnya,

Begitu ringkas aku meringkus kata-kata

Dewadaru, 2003

Reply