PUISIKU

: Ompin

seperti serigala menunggu suapan

puisiku melolong dalam purnama

memecah hening dalam sadarku

menjadi algojo dalam diriku

menungguku mengulang ritual

“sabar, sayang, malam masih panjang.”

“tidak, malam memang masih panjang, tapi pagi sudah membentang di hadapku,”

bisiknya pada telinga jiwaku

lolongannya makin menyayat diriku

membuat bulu-bulu berdiri tegap di atas kulitku

berbaris hormat dan tunduk takut padanya

“baiklah, sayang, masuklah…”

ajakku lemas padanya

dan dia masuk ke dalam diriku

seperti serigala yang kenyang di bawah purnama

dia diriku

Reply