Sajak Pendaki

kepada Iqbal

kerinduan pada rahim ibunda telah kautafsir dalam jejak-jejak sepatu bootmu, dalam hirupan hawa gunung di lumbung paru-parumu

puting angin gunung telah mengingatkanmu kembali pada hangat puting susu ibu, seperti telah dirajahkan doa-doanya ke dinding jantung masa kecilmu, serupa tattoo di kaki, meski tanpa warna, namun abadi

penyair merunduk dalam puisi ini

menikmati perih merembes di hati

larik demi larik terpatri

menjelma tattoo puisi

Reply