71. Apakah Setiap Peristiwa Layak Menjadi Sajak

APAKAH setiap peristiwa di sekitarmu layak menjadi sajak? Jawabnya mungkin YA. Tetapi apakah setiap sajak layak menjadi Puisi?

Penyair kecilku, betapa banyak kausaksikan derita dan air mata di televisi, di koran-koran, begitu seringnya kaulihat sehingga (mungkin) malah menjadikan hatimu “kebal rasa”. Dahsyatnya sebuah bencana memang sering lebih terasa pedih saat peristiwa itu masih “segar” lalu seiring waktu berangsur-angsur menjadi “biasa”.

Tetapi, seorang penyair terlahir(?) dengan kepekaan lebih. Di saat orang lain mulai “kebal rasa” itulah mungkin merupakan saat yang tepat bagimu untuk menuliskan sajak-sajakmu yang mudah-mudahan akan berhasil menjadi Puisi. Paling tidak bagi dirimu sendiri.

Sepotong sajak mungkin takkan berarti apa-apa bagi saudara-saudara kita di Aceh sana, namun paling tidak ia dapat mengingatkan bahwa pada hakikatnya jiwa-jiwa yang terenggut itu adalah bagian dari diri kita juga; bagian dari kesadaran puitik kita.

Reply