72. Menulis dalam Bahasa Daerah

PENYAIRKU, izinkan kali ini aku menulis sesuatu yang mungkin tidak terkait langsung dengan pertanyaanmu. Aku hanya ingin sekadar berbagi. Berbagi pengalaman coba-coba. Coba-coba menulis sajak dalam bahasa daerah, bahasa Jawa.

Betapa “bahasa persatuan” kita itu telah begitu mencuci otak kita sehingga bahasa daerah, meski masih kita pakai sebagai bahasa ucap sehari-hari, ternyata sangat sulit dituliskan dalam bentuk sajak. Betapa banyak kosa kata yang “hilang” dari gudang memori linguistik kita, sehingga perlu upaya ekstra untuk membongkar lalu menemukannya kembali. Betapa kontras jika dibandingkan dengan sangat mudahnya kita temukan kata dalam bahasa Indonesia.

Perlukah kita meremajakan kembali kesungguhan kita berbahasa (tulis) daerah, bukan sekadar bahasa lisan sebatas untuk ngobrol? Mungkin perlu, mungkin tidak.

Yang jelas, ternyata menulis sajak dalam bahasa ibu (baca: bahasa daerah) tidak lebih mudah daripada menulis dalam bahasa Indonesia…

1 Reply

  1. dYo Reply

    oom ts…
    lucu juga nih.. menulis puisi bahasa daerah.. asal gak lupa dikasih artinya ajah.. hihihihihi…

Reply