73. Bergembira Menulis Puisi Sedih

SEORANG penyair pernah berkata puisi yang kuat lahir dari air mata. Setujukah engkau, Penyairku?

Sementara, kapankah kita bisa sungguh-sungguh merdeka dari air mata kesedihan? Air mata kita lihat setiap saat di layar televisi, di koran-koran, di udara sekitar kita, di setiap nafas yang kita hirup sehari-hari.

MAKA bergembiralah, Penyairku. Gembiralah menulis puisi. Puisi-puisi yang kuat dan membetot rasa. Puisi yang sedih.

4 Replies

  1. robi Reply

    apakah anda bahagia bila orang meneteskan air mata untuk kita?
    apakah anda bangga bila air mata
    tak pernah henti melumuri jiwa?
    setiap kali hujan turun aku selalu murung dalam kehampaan jiwa,setiap kali langit biru aku selalu takut oleh kenyataan..menurutku penyair adalah manusia yang selalu bermimpi indah yang takut akan kenyataan

  2. robi Reply

    penyair adalah orang yang selalu menyembunyikan jati dirinya dengan senyuman yang penuh kesedihan

  3. Tom Reply

    berilah aku puisi sejati, yang tak menangis maupun tertawa, apalagi kenes.
    Setidaknya, dia benua baru, bagi pejalan yang telah tercabik-cabik dalam realitas yang sungguh telah dipenuhi kepalsuan, kemunafikan dan cengengesan.

  4. taufiq affandi Reply

    seorang penyair akan selalu pulang
    dengan pedih…
    yang dijaganya sebagai ilham
    -taufiq affandi

Reply