Hikayat Kabut yang Membara

kepada Merapi

berenang di kabut bara
di dapur, para ibu merebus magma
perhelatan sebentar lagi, semacam pesta
petasan dan kembang api
di bubung atap Merapi

dan selayaknya sebuah pesta
selalu tersaji air mata
jamuan istimewa di piala para dewa

satu demi satu para ibu
memunguti batu-batu di lantai kamar
lalu membacanya sebagai bait-bait dongeng
suatu zaman, saat api belum diciptakan
dan setiap hari hanyalah malam

hingga batu-batu dongeng
saling berebut dibacakan
dan percik api pun pendar
dari rengkah batu yang gegar

satu demi satu para ibu berhenti
memungut batu-batu dan pendar api
sebab malam telah mati
dan dongeng-dongeng lari sembunyi

kini para ibu bertanam melati, atau kembang api
pengusir jemu dan ringas hati
saat kabut menipu hari
seolah malam lahir kembali

tapi kabut kadang membara
serupa lautan merah nyala

itulah saatnya para ibu
memasang tungku
merebus magma
jamuan pesta
dewa-dewa

2 Replies

  1. riri Reply

    saya kurang mengerti dengan kata:
    itulah saatnya para ibu
    memasang tungku
    merebus magma
    jamuan pesta
    dewa-dewa

  2. Ricky Subagya Reply

    Tolong ditambah dengan penjelasan yang mudah dipahami

Reply