77. Menapaki Jalan Bercabang Ragu

pada mulanya adalah kaki
lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu
pada mulanya adalah hati
lalu perjuangan dari ragu ke ragu

KUTIPAN di atas saya curi dari kitab digital Sejuta Puisi milik penyair Hasan Aspahani. Benar, Penyairku, Hasan yang telah kaukenal itu. Saya berprasangka kutipan tersebut dapat sekadar memberi ilustrasi pada catatan kali ini.

Perjuangan hati dari ragu ke ragu inilah yang ingin saya garis bawahi. Mungkin alam rasionalmu telah sedemikian meyakinkanmu bahwa segala sesuatu pasti menyampaikan pesan yang jelas, terang, pasti, sehingga kemungkinan untuk adanya ‘pesan yang lain’ haruslah diminimalkan. Begitu pun kiranya dengan puisi. Ia haruslah memiliki satu pesan yang jelas dan pasti dan karena itu hanya bisa dikonfirmasikan dengan penyairnya. Ia pun menawarkan kegagalan bagi pembaca jika tak mampu menangkap pesan penyair lewat sajak bersangkutan. Mungkin kau berpikir, membiarkan pembaca puisimu kebingungan memaknai sajakmu atau menangkap pesanmu, serta membiarkan mereka berkeliaran dengan penafsiran mereka sendiri adalah sebuah tindakan otoriter penyair.

Saya ingin mendakwa, Penyairku, bahwa mungkin saja penyair justru lebur dalam keragu-raguannya sendiri. Mungkin saja si penyair tersebut sedang berupaya menangkap alih-alih menyampaikan pesan-pesan. Mungkin pula si penyair sedang tidak berbicara apa-apa, mungkin ia hanya mencatat peristiwa. Mungkin justru hanya dengan menyodorkan satu pesan (baca: tafsiran pemaknaan) saja pada sidang pembaca adalah sebuah tindakan otoriter si penyair. Ataukah tak?

Percayalah, Penyairku, sidang pembaca puisi bukanlah terdiri atas orang-orang tanpa bekal.

1 Reply

  1. Rima Amalia Reply

    Saya tidak ingin berkomentar,tetapi kalau bisa contoh puisinya harus tertera secara lengkap agar pembacanya bisa tahu yang ;mana yang harus di kkomentari dari puisi Aspahani tsb. Puisi tidak selalu datang dari inspirasi pengalaman tersendiri,tetapi puisi datangnya berdasarkan emosi yang dikeluarkan melalui kata-kata, dengan bahasa yang puitis dan diikat oleh rima/sajak,bait,baris,dan jumlah kata. Jadi inspirasi curhan hati ini terkadang datang dari pengalaman pribadi, inspirasi emosi dalam diri, maupun datang dari keluhan seseorang kepada sang penyair.

Reply