WAHAI ENGKAU. PELUKLAH!

WAHAI Engkau yg bertahta di singgasana langit. Terima kasih aku masih bisa mencatat ini. Tapi sahabat-sahabat yang bahkan tak sempat meratapi keluarga mereka yang pergi, belum bisa makan dan berbaju kering. Bahkan ada pedagang yang tega jual satu dos mie instan seharga 100 ribu. Masih ada oknum yang minta kuitansi kosong saat beli plastik terpal di toko yang ngasih diskon. Masih ada yang menjarah. Masih ada paranormal gadungan yang mengeksploitasi bencana untuk cari sensasi. WAHAI Engkau yang bertahta di singgasana langit. PELUKLAH SAUDARA-SAUDARA KAMI YANG SEDANG MEMUJIKAN DAN MENGUTUK NAMAMU DI BAWAH NAUNGAN PLASTIK SEADANYA. PELUKLAH. PELUKLAH.