81. Tentang Sajak yang Terilhami

MENULIS sajak setelah mendengarkan musik, menonton film, menghadiri pameran seni rupa atau setelah membaca sebuah buku terkadang tak mampu kau hindari. Seolah-olah ide atau sensasi yang kau cerap dari kegiatan-kegiatan tersebut begitu merasukimu sehingga kau begitu bersemangat untuk menuliskan sajak untuknya, untuk ide atau sensasi itu.

Penyairku, sekiranya kau berada dalam status kerasukan seperti itu, cobalah mundur dahulu barang selangkah dua, kau renung-renungkanlah lagi sensasi yang begitu menggelorakan emosimu itu hingga reda. Mungkin akan kau temukan potongan-potongan bunyi, adegan, gambar, ujud, kata, atau apa pun tercecer di lantai benakmu. Mungkin pula kau akan tertarik untuk merangkai-rangkaikan potongan-potongan itu menjadi bunyi-bunyian, adegan, bentuk, atau ucap-ucapan yang sama sekali baru, yang menjadi milikmu sendiri. Mungkin kau akan menciptakan alam rekaanmu sendiri. Mungkin alih-alih sekedar menulis ulang atau membuat sinopsis, kau akan berhasil menuliskan sajakmu sendiri. Sajak yang terilhami. Mungkin?

1 Reply

  1. Lieve Lumbantobing Reply

    Sulit untuk mundur, apalagi keadaan yg mengilhami selalu buruk, tp akan dicoba walau agak lama.mungkin tulisan baru dan sajak batu akan tercopya untuk diri dan untuk semua.Sajak yang manis.Thanks.Lieve

Reply