Di Gardu Tunggu

bayang lingga kian panjang saja
di jejak mentari sepanjang dusta

ada yang setia menggaris lingkaran
dan lengan jarum, serupa jam

lalu menyemat carik-carik nota
di papan tempel dinding-dinding kota

mungkin graffiti, suara yang sembunyi
atau kerakap, hasrat melumut dalam dekap

di situ, ibukota waktu
sebatang lingga membatu

di sini, pematang ladang petani
ada yang terpaku, di gardu tunggu

1 Reply

  1. NIna Reply

    Jadi seorang penyair memang gampang2 susah. Profesi yang dari dulu ingin saya tekuni, tapi belum terwujud. Puisi diatas mencerminkan kesunyian yang mendalam dan kerinduan yang tak bermuara.
    Menunggu kah, dirimu?

Reply