Di Selarik Pulsa

lesat dalam persekian sekon. selarik lupa menggerus kerikil jalanan di rute kereta cepat hari ini. di setiap stasiun kau mencatat bilangan menit. di tiket harian yang kaubeli, tersisa sekian pulsa lagi, satu-satunya peluangmu untuk pulang dari perjalanan sepanjang hari. setiap ketuk yang lewat, tertandai selarik pulsa yang lesat. berkelebat seperti cerawat kilat, kembang api perayaan. sedangkan kereta yang berjalan begini cepat tak menyisakan saat untuk bersulang.

memang ada kau lihat setiap bingkai dalam kilasan kaleidoskop. tapi gapaimu tak cukup lihai menangkap, tak cukup sigap memindai. sementara pulsa demi pulsa melejit dalam sublim seraya membawa setiap peristiwa lenyap ke vakum senyap. tanpa sempat tercatat semestinya.

Reply