Di Telisik Jala

jaring ini telah terjalin setua rambut kakimu. begitu panjang dan renta. meski secepat ingatan jemarimu menisik setiap moyak, tak pernah tunai ribuan belanak yang kau tuai dari lumpur muara. tawar sungai dan garam laut telah akrab di setiap kelindan serat kenur, di setiap hujam angkur. seperti siang dan malam yang kau buhul, lalu kau rebus di periuk tanah, begitulah kau tangguk betina yang hanyut di alir hambar air gunung, dan jantan yang dibesarkan oleh terumbu karang lautan.

dan di setiap telisik jejala yang kau tebar sepanjang ribuan musim, selalu kau temu bangkai kata. tersangkut di situ.

Reply