Berapa Helai Kau Ikat Rambut di Bait Sajakmu?

sepotong huruf menunggang kabut mencari jalan di liku labirin. bit demi bit, dan tembok api tetap terkunci. kau mengeluh hilang password dalam saku ingatan. sedangkan rimba ini teramat riwut oleh dengus bertera-tera kutu, mengincar setiap tanda kehadiranmu. dan dalam romantika cengeng itu kau masih juga memeluk bunga, padahal kupu-kupu telah mati terjerat jejaring laba, sel-sel sayapnya telah hangus dipanggang petir. hurufmu masih berputar-putar jua, bit demi bit. kau masih bicara cinta, di sini kapal waktu telah sampai eon. jujurlah, berapa helai rambut kau ikat di bait sajakmu?

sinom berkisah fragmen purba, sedangkan bulan kemarau telah berulang jutaan kali. seperti jutaan kisah cinta dan kesetiaan yang menuntut. jujurlah, di bait sajakmu berapa helai kau ikat rambut?

1 Reply

  1. Hakman Pawiran Sarim Reply

    Ketulusan dan kejujuran harus dimiliki setiap orang dalam mencapai tujuan

Reply