Di Ruas Ketujuh

di ruas ketujuh tulang punggungmu tersangkut selarik ayat tentang reinkarnasi dari kabut galaksi hingga ledakan terakhir. mungkin kau tak ingat persaksianmu tentang dosa pertama atau pertalian silang-sengketa ras manusia, meski atas nama suluk kau selalu tuliskan sajak-sajak cinta seolah telah kau singkap rahasia rasa gaib kata. mungkin kau tak ingat catatan-catatan yang pernah kau himpun dari setiap kerakal karang pesisir, padahal di sana pertama kali kau kenal silsilah purba yang menghantui setiap mukah birahimu akan erotika sang kembara. sungguh, di satu pantai pernah kau tanam telur penyu dan akar bakau, tapi kini kau ragu pada siapa akan kau wariskan tembang-tembangmu sedangkan para ulama telah lupa cara menulis rajah tolak bala di lempeng genteng, hanya bisa merapal gendam mencuri akal para jelata. sungguh, di ruas ketujuh tulang punggungmu tersangkut kalimat rahasia, jalan menuju candi tertinggi dan surga hanyalah kerikil di telapak sandalmu dan atas nama suluk kau tak henti berkisah tentang semesta yang terjungkal, alam sungsang itu, sembari kau mantrakan gendam dahaga, dendam yang melena. lihatlah! bukankah itu namamu tersebut di selarik syair, tersangkut di ruas ketujuh tulang punggungmu?

1 Reply

  1. nala Reply

    puisi memang tersebar di sekujur tubuh manusia ya mas…nice poet..keep on writing, penyair…

Reply