Di Sebuah Resital Piano

di sini, denting bertempo cepat patah-patah berdesingan seperti misil di sebuah daratan yang terbakar. di situ, desing kata-kata menderas seperti hujan lembing di kitab-kitab sejarah, membela tuhan dengan darah lalu memuji namanya dalam tudung perisai. di sini, kelincahan jemari terasa begitu surgawi, lebih benderang dibanding teriakan takbir penuh geram. di situ, kelihaian berhujat begitu tinggi seperti galah mengukur dasar sungai dan selatmu. lalu di sini, sebuah rondo memutar biji tasbih dengan suara yang ringkas dan nyaring: membaca ritual pemakaman sebuah kurun masa; sebagaimana telah dituliskan di rajah tulang ekormu.

Reply