Lelaki Lembayung

1.

ia, sanak yang mengapung
sembunyi di gelombang sunyi
menghitung gemuruh di setiap getar bulu
di suri cumbu jemari kaki

maka, bangunlah ia
seperti ksatria Kumbakarna
pertapa yang tak pernah purna
sebab tidur samadi telah jadi penjara

2.

dan ia, yang hilang dalam kembara menggembala raga,
pulang terapung dalam gelombang
hingga samudra mengering oleh tangisan:
isak yang menuntun arah dalam pejam

3.

makin jauh dari dunia
ia kian sesat dalam kembara
ladang tersia, tungku hilang bara
ia abaikan kitab-kitab dalam duka tak terbaca

ia menunggu,
pertapa yang menjelma jadi puncak mehru

lalu angin kian asyik
berbincang dengan batu

4.

ia menjelma jadi musim
membuahi setiap telaga
menghamili kuncup-kuncup padma
menggugurkan dedaunan tua
lalu meninggalkan semuanya

sementara raganya cabik
oleh taring sardula

5.

ia, sanak yang mengapung
di kibas jubah lembayung
menggetar nyaring di belah jantung
sebab telah lama ia berbagi
keringat dan air mata lelaki

betapa pun khianat ia akrabi
ke palung jiwalah ombak kembali

Reply