92. Bernegosiasi Dengan Kata

TAK SEDIKIT penyair yang begitu terobsesi menaklukkan kata-kata. Seolah kata-kata adalah musuh, lawan yang harus dijinakkan. Kata, ketika berhasil ditaklukkan, akhirnya menjadi anak buah, bahkan menjadi budak yang penurut, dan penyair puas telah berhasil menjadi tuan atas kata-kata yang diatur-tempatkan di dalam puisinya.

ADA SEDIKIT saja penyair yang mengakrabi kata-kata sebagai sahabat, atau paling tidak sebagai rekan kerja. Penyair dan kata-kata, dengan kadar keakraban tertentu, bernegosiasi mencari kesepakatan yang sama-sama memuaskan. Persekutuan yang saling mendukung, saling memperkuat. Penyair mendapatkan dukungan sepenuhnya dari kata-kata secara ikhlas, sedangkan kata-kata memperoleh kemuliaan dalam singgasana puisi.

2 Replies

  1. megaloman2002 Reply

    Menjadikan kata-kata sebagai sahabat…..perlu melalui proses berapa lamakah hingga akhirnya bisa jadi seperti itu?

    memang tidak sedikit yang menjadikannya sebagai musuh…

    betoel mas…anda betoel….

  2. hadi Reply

    komentar saya…. bagus…!!!! tapi kurang bagus, karena ya….. kurang bagus,, akan tetapi.
    pak peni mengatakan,,!! lembaran tulisan ini, kurang MEMUASKAN. sekian

Reply