94. Laku Pelengkap di Jalan Puisi

DALAM hidup ini, tak pernah ada perihal yang mutlak stand alone, berdiri sendirian. Setiap hal selalu berkait-mengait dengan hal-hal lain, dan hal-hal itu lalu membentuk semacam jejaring saling-kelindan yang rumit.

Begitu pula dengan puisi. Ia tidak bermain sendirian. Ia juga bersaling-silang dengan banyak faset dalam hidup ini. Puisi tak semata-mata bermain dengan bahasa. Ia mengakses basis data dalam ruang kenang, pustaka ide, formula-formula gerak, notasi musik dan pustaka-pustaka lainnya. Semakin kaya pustaka seorang penyair akan menghasilkan karya yang semakin kaya pula.

Demi argumen di atas, perlu kiranya seorang penyair menelusuri hal-hal lain yang menjadi minatnya guna memperkaya pustaka puitiknya itu. Semisal melukis, bermain musik, berolahraga, memasak, mendalami agama, bercinta, dan sebagainya. Berolahraga misalnya, akan membantu penyair menghayati hakikat gerak, tata urutan mekanika tubuh, alur energi, dan banyak hal lagi. Penyair yang juga hobi melukis biasanya memiliki daya pencitraan (imaji) yang kuat, pun penyair yang mengembangkan bakat musikalnya akan memiliki kepekaan ‘musik’ dalam puisinya.

JANGAN takut ‘beralih’ menekuni hal-hal lain yang (tampaknya) jauh dari puisi, karena sesungguhnya puisi tak akan pernah pergi. Sejauh apapun kau meninggalkan demi mengasah kepustakaanmu, kepada puisilah kau tetap akan kembali. Get a hobby but poetry!

Reply