95. Puasa dan Puisi

PENYAIR Joko Pinurbo ada bercerita, kelahiran buku puisinya yang pertama (Celana) bernuansa mistik. Kumpulan sajak yang tadinya akan berjudul Ranjang, tiba-tiba dia ganti judulnya menjadi Celana pada detik-detik terakhir menjelang naskah naik ke mesin cetak. Dia bilang ada dorongan firasat yang kuat yang menyuruhnya mengganti judul buku itu. Pada kesempatan yang lain Jokpin sempat berwasiat, “Kalau perlu berpuasalah saat membuat buku pertamamu.”

Mistik dan puisi? Rasanya sangat dekat. Lihatlah betapa banyak para mistikus dari berbagai latar keyakinan yang menuliskan catatan spiritualnya dalam bentuk puisi. Mungkin karena puisi mampu memuat kandungan makna yang rahasia, yang tak mungkin dituliskan dalam bentuk prosa, meski ada juga yang mengkodekan ajaran-ajaran moral melalui kisah-kisah jenaka. Mistik dan puisi? Rasanya sangat dekat.

Laku puisi, karenanya, saya dakwa dekat dengan laku mistik. Jika laku mistik sarat dengan latihan-latihan pendisiplinan diri semisal puasa, tidakkah latihan-latihan serupa berguna pula dalam laku puisi?

Reply