100. Guru Penyair

Sebab seorang penyair adalah seorang murid yang tak pernah tamat membaca, tak pernah khatam mengaji, maka ia wajib berguru pada lembab lumut di batuan kali, pada anjing tua di sudut pasar, pada bencana alam, pada rasi bintang yang tak lagi setia pada cuaca, pada apa saja yang membuka wawasan dan menggugurkan keyakinan-keyakinannya setiap kali. Lalu ia mencatat setiap yang diserapnya dalam pustaka jiwanya.

Sebab seorang penyair adalah seorang guru bagi jiwanya sendiri, ia wajib menimba sebanyak mungkin air suci kehidupan untuk menawarkan haus jiwanya. Meski untuk itu ia harus menggali lapis batuan yang mematahkan berbatang-batang linggis demi menemu lapisan air itu.

Sedangkan para guru yang berujud manusia, adalah sesama pencari air dengan alat dan caranya masing-masing.

2 Replies

  1. TSP to Dedy Reply

    terima kasih atas komentar anda, bung Dedy. senang sekali coretan sederhana ini mampu menjejakkan kesan bagi anda… salam puisi.

  2. dedy hartawan Reply

    saya sangat terkesan sekali setelah membaca " 100 Guru Penyair ". terutama pada kalimat "pada apa saja yang membuka wawasan dan menggugurkan keyakinan-keyakinannya setiap kali.

Reply