99. Puisi Adalah Sebagaimana Kau Mengimaninya

Bayangkanlah sesiapa saja yang mencintai puisi, baik sebagai pencipta maupun penikmat, memiliki definisinya sendiri tentang puisi. Lalu ia imani definisi tersebut sepenuh jiwanya, ia ujudkan dalam gerak hidupnya. Betapa banyak ragam kepercayaan yang dianut oleh pecinta puisi. Betapa banyak jalan.

Di sisi lain, keragaman itu tak perlu menjadi keruh oleh klaim atau asersi masing-masing penganut cabang keimanan puisi itu bahwa paham mereka lebih mulia atau lebih benar daripada yang lainnya. Sebab, seperti diriwayatkan dalam sebuah kisah Zen, bahkan sebuah jalan yang dianggap keliru, jika ditempuh sepenuh hati akan membawa seseorang ke sebuah pencapaian ruhani daripada jalan yang diyakini benar tetapi ditempuh setengah hati.

Reply