Sesungguhnya Banjir Itu

ADALAH bendungan air mata bertahun-tahun berjuta-juta manusia yang sekian lama menahan duka dan sakit hati dari kedzaliman para penguasa negri. Di saat anggota DPRD yang berebut rapelan uang tunjangan yang berjuta-juta rupiah jumlahnya (yang tak sebanding dengan kenaikan gaji PNS yang tetap saja kalah cepat dengan melambungnya harga-harga), rakyat Jakarta berenang di tengah bah air mata setinggi dada, setinggi atap rumah. Oo… sesungguhnya banjir itu adalah… adalah… adalah… (Simpati buat Om Yo, Uda Akmal, Mas Anton dan Mbak Lis, dan saudara-saudara yang tak kukenal secara pribadi)