101. Apa yang Dilakukan Penyair?

BENCANA datang silih berganti, penyair menulis puisi.

Memang, sejuta sajak tak ada artinya dibandingkan selembar selimut kering untuk korban bencana. Sejuta puisi yang banjir air mata tak ada artinya dibandingkan sekepal nasi bungkus, sepotong batu bata, sehelai atap seng, setetes obat merah, atau seoles minyak angin.

Tetapi, penyair juga manusia. Sebagai manusia, penyair bisa berbuat apa saja.

5 Replies

  1. cassle Reply

    Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang korban bencana daripada sebuah perhatian dan kasih sayang, yang salah satunya sangat tercermin pada sebuah puisi, tangis, dan doa.

  2. denny a Reply

    om pinang…menyentuh sekali renungan ini…

    syair, sajak, puisi…siapa saja bisa membuat itu…anggap saja itu jeritan terdalam dari relung hati tiap manusia…saat bencana mampir tiba-tiba…

    kalau bantuan, ya..itu kembali pada tingkat irritabilitas sosial kita…tetapi memang siapapun bisa melakukannya…

    salah satu tujuan membuat sajak saat bencana tiba adalah menggugah hati orang-orang yang irritabilitas sosial-nya rendah…

    Salam.

  3. ooknugroho Reply

    Saya pun sering didatangi rasa bersalah seperti itu. Seolah-olah menulis puisi (atau ngeblog) adalah sebuah perilaku amoral, sebuah tindakan ‘onani’ di tengah lautan musibah.

    Mungkinkah solusinya dibikin praktis begini : kita tetap nulis, dan kalau itu dirasa kurang, yah ikut nyumbang juga nasi bungkus, mi, atau batu bata, pasir…

  4. Ken Reidy Reply

    Bencana datang…buatkan beberapa orang pergi, bersedih dan meratapi
    Sesekali membuat tanya tentang ujian diri, berserah diri, dan kuatkan hati

    Puisi…mungkin hanya barisan kata-kata tanpa arti… saat hanya bantuan materi yang terimaji

    Seorang penyair bebas berempati ungkapkan rasa sedih atas jiwa-jiwa yang diuji

  5. Dedy - Si Tukang Sepatu Reply

    Paklik,
    Sebagaimana fitrah kefakiran dia datang kepada siapa saja. Dan dalam keterbatasannya, seseorang mungkin hanya bisa menitikkan air mata ketika bencana datang menimpa nasib saudaranya.

    Makna menyumbang tidak hanya berbentuk materi tetapi ada juga bentuk immateri, seumpama doa dan tangis tadi.

    Salam,

Reply