Sajak yang Ditulis Pukul Tujuh

senja telah usai
warna anggrek tak lagi secerah ungu ametis
dan hujan selalu berhasil menyihir malam yang muda
menjadi jazz remang-remang beraroma arabika

entah di puisi mana
pernah kutuliskan tentang sihir hujan malam-malam
dan kuduk yang demam oleh doa-doa kampung halaman
bersama lonceng tujuh kali, seperti kisah peri

pukul tujuh malam ini
halimun membasuh kota dari debu dusta
sepanjang deru mesin pagi hingga petang
sebising perang di zaman godam dan pedang

dan dingin yang mengabut
begitu saja melupakan senja
yang sebentar tadi masih membara
lalu tujuh kali lonceng menghapus jejaknya

Reply