102. Siapakah Penyair?

PENYAIR adalah sesiapa saja yang bertekun di jalan puisi. Tentu saja harus dibedakan antara “menjadi penyair” dan “disebut penyair”. Disebut sebagai penyair itu mudah. Menjadi seorang penyair itu tidak gampang.

Penyairku, jangan terkecoh dengan sebutan atau label. Sebab label apapun belum tentu sama dengan isi. Kalau masalah “sebutan” silakan menyebut diri sendiri atau orang lain penyair atau bukan penyair. Bebas. Sebebas kau memberi nama atau julukan. Apalagi kalau hanya untuk konsumsi milis atau blog pribadi atau sekedar kalangan kecil komunitas sendiri. Tetapi, Penyairku, ada yang lebih penting dari sekedar sebutan itu. Kelak, jika kau mau keluar dari komunitasmu dan bersua dengan orang-orang “biasa”, akan kau jumpai beberapa di antara mereka jauh lebih intens menekuni puisi, baik dalam arti harfiah (mereka benar-benar menulis puisi) maupun dalam arti yang lebih subtil (menjalani laku puisi dalam kehidupan nyata), tanpa meributkan label apapun.

Yang meributkan label/sebutan biasanya abai pada esensi yang seharusnya diwakili oleh sebutan itu. Jangan mau menjadi “penyair label”. Sebutan penyair dari beberapa kawan, atau dari mulutmu sendiri hanya karena kau merasa bisa menulis sajak, tidak serta-merta membuatmu “menjadi” seorang penyair. Menjadi seorang penyair, sebagaimana menjadi seorang manusia sejati, menuntut ketekunan dan kesetiaan pada proses. Dan dalam proses apapun, selalu ada saatnya kau diuji oleh kehidupan. Dari sana kau akan tahu, memang tidak semua orang layak menjadi Penyair, baik dengan sebutan “penyair” atau bukan.

Penyairku, bertekunlah dengan puisi. Apapun namamu.

Reply