Jemek Supardi dan Pantomim Puisi

Bagaimanakah menafsir sebuah puisi ke dalam bahasa tubuh? Tubuh Jemek Supardi, maestro pantomim dari Yogya yang belajar secara otodidak, menafsirkan puisi Ibu Seorang Penyair milik Saut Situmorang dalam gerak amat pelan yang mencekau, yang meditatif. Diiringi alat musik kecapi tradisional Batak, hasapi, dan cello yang dimainkan oleh dua musisi Batak, Firman Sitompul dan Irwansyah Harahap, Jemek memasuki panggung dari arah belakang penonton. Lalu puisi itu terbaca di tubuhnya.