Yogya, ah.. Yogya…

YOGYA ternyata belum selesai dengan persoalan-persoalan rasisme, narsisisme lokal, provinsialisme, dlsb. itu. Betapa menyedihkan. Jika Sri Sultan HB X ingin mundur jadi Gubernur untuk kembali total berperan sebagai raja agar “Yogya paling tidak bisa menyumbangkan suatu teladan budaya bagi seluruh bangsa Indonesia”, lalu di mana keteladanan budaya itu? Jangan-jangan bibit-bibit laten rasisme yang kian terlihat ini akan membesar dan nyata. Aduh… Kok ya justru dari seniman yang merasa “lebih Yogya daripada yang lain” emosi itu meruyak. Yogya, ah… Yogya…