Rakit

1.
kuarung musim di persimpangan riam
sementara kabut dari riak jerammu
membasahi rambut menua

derit bambu di ikatan rakit yang letih
adalah keluh kesah yang kita kayuhkan setiap detik:
mengharap hanyut setiap perih luka

2.
dan sungai yang luka oleh musim kering
tertatih mengarus rakit yang gering

ke mana setelah ini, rakitku

jika gerbang muara telah mengatup
dan laut terlalu senja untuk menerimamu?

3.
tapi aku cuma serakit bambu
mengeja tiap ruas dan buku

sedang pada arus di musim apapun
sungai tetap berbatu

Dimuat di Jurnal Nasional, Minggu, 04 Mei 2008

4 Replies

  1. vio Reply

    membekas di hati
    beriak di relung jiwa

    ohh ..
    indahnya kata-katamu

  2. ena_kucing Reply

    batu..batu..selalu disandungkan pada batu
    bagus mas pinang..^^

  3. annisa Reply

    sajak ini bagusssss… bgt

  4. jamil Reply

    sajak ini terasa bergema

Reply