Seperti Dikenalnya

–TS Pinang

/1/

JEJAKNYA dihapus gulma, padi sudah lama diketam. Ia ikuti jalan ke hutan. Berburu ketidakmungkinan.

“Pak Petani. Boleh nanti kami pinjam sawahmu?”

Bocah nunggu kemarau. Layangan besar, digambari bentuk-bentuk musykil, dan kata-kata berani.

/2/

DI hutan, ia perhatikan daun keladi dan aglonema, juga kecipak ikan di kubangan hujan. Suara-suara percakapan hewan-hewan. Dan garis-garis sinar matahari pagi di sela-sela kanopi dedaunan.

Eh, ada layangan putus benang, seperti ia kenal bentuk-bentuk musykil itu kini, seperti ia yang membisikkan kata-kata berani itu, dulu sekali….

______________
Dimuat di Kompas, Minggu 18 Juni 2006

Reply