110. Panggilan

Ada yang menulis sajak sekadar untuk berkenalan dengan puisi. Ada yang sekadar untuk menggodanya saja. Ada yang tak tahu untuk apa, tapi tiba-tiba ia telah mukim dalam peluh-peluknya.

Ada yang berpuisi sekadar iseng untuk membuang bosan, membunuh waktu, mengirim pesan atau mencatat kesan. Ada yang berpuisi yang untuk apa ia tak ambil peduli; tetapi kalau ia tetap ditanya jua ia akan menjawab: untuk menghayati hati.

Penyairku, kau dengarkah panggilan itu?

Reply