Rekaman Cuaca 3

malam berkabut. menebar ngeri kutukan di pendar lampu merkuri, sementara uap air membasuh cuping hidung menyamar sebagai nafas basah. malam berkabut. masih serupa malam-malam yang ribuan kali kita lewati, semacam detak jantung yang selalu luput kita hitung atau pelukan yang terlalu sering kita lupakan.

mungkin malam ini berwarna biru. biru yang menua, seperti blues yang matang oleh raung harmonika yang penuh luka. mungkin malam ini memang hitam. hitam yang mengembun, seperti alis matamu yang rimbun. mungkin malam ini hanya sekedar bayang-bayang tersisa. dari matahari yang lelah seharian didera cuaca. sementara kita masih tertatih berdamai dengan lupa.

Reply