Ruang Kosong

gema yang memantul itu. bukan dari tumit sepatumu. aku terpaku. di ruang ini hanya ada aku dan dinding-dinding yang menyimpan kenangan. tak ada pintu. inikah ruang di mana tersimpan segala dusta? katakanlah aku keliru. mungkin ini ruang di mana pintu dan lubang ventilasi tak lagi perlu. di ruang ini mungkin aku akan menghabiskan sisa waktu. berteman kenangan yang tergurat di dinding yang berabad-abad membeku.

gaung ini serupa gumam saat sendiri. mengapung di fuma rindu yang mengisi segenap ruang. sekosong inikah hati saat ruangnya terlalu lapang bagi sebutir embun menggenang? kuduga, ruang kosong inilah yang mengundangmu datang dengan dada terkembang. baiklah, sayang, mungkin aku perlu mulai menulis sajak-sajak cinta. sesuatu yang bisa kita dendangkan, agar gaung yang menggema itu tak lagi menyisakan ruang sia-sia.

Reply