Arkade

di bawah lengkung tudung ini kami bersaksi tentang telapak kaki yang bergegas. dan ribuan mata yang menembakkan kata-kata. kami berjalan lekas. abai pada bising ratap dari gentar dada, menggetar sepanjang dinding-dinding kaca yang bosan memajang gairah dan basa-basi. kami berjalan lekas. memburu senja sebelum hilang lagi dari bidikan kami. di ujung lurung bertudung lengkung ini, kami berharap masih sempat memanah matahari. sebelum senja.

lalu kami akan segera pulang. ke kampung tempat kami berladang. membawa mentari kembali. ke negeri kami yang lama kehilangan siang.

Reply