Bovenlicht

dari lubang itulah kami mengenal berkas cahaya. aksara pertama dalam alfabet cinta. darinya kami belajar menyusun kata-kata, ketika dari lubang kaca itu membayang ujud kami paling mula. dari lubang itu pula kami mencuri hangat mentari, juga selimut kabut saat hari membeku di jantung ibu.

pada setiap dinding di jantung kami kini. terpasang celah tempat kami menjebak matahari. agar bisa kami curi ke kamar kami dan mengurungnya abadi. sebab di luar rumah kami, begitu banyak nyala mentari. menyala di setiap kornea mata, terlalu merah terlalu silau apinya. bahkan jantung para ibu kini tak lagi mampu menyekap malam yang tiap hari kian terang api. terlalu banyak mentari merah nyala di luar rumah kami, meninggalkan matahari di langit sedih sendiri.

kami cinta matahari, harta satu-satunya di negeri kami. dan dari lubang di dinding jantung, ia bermukim di dada kami.

Dimuat di Horison edisi Oktober 2008.

Please follow and like us:

1 Reply

  1. serakata Reply

    bang, "Bovenlicht" itu apa artinya? trims…

Reply