Jendela

kami belajar menyapa angin dan matahari dan kicau burung-burung pagi. kami belajar bahasa daun jendela, daun bambu ori dan pohon so di pekarangan. kami belajar mengeja larik cahaya dari celah ventilasi, membaca dongeng sebangun tidur dalam secangkir kopi.

selamat datang di negeri kami. di sinilah asal mula senyuman dan tangis, ditemukan oleh seorang penyair fakir dalam singgah kembaranya. di sini kami menanam biji tawa dan airmata, lalu menjualnya sebagai hasil bumi ke negeri tetangga. di negeri ini semua petani. kami tanam, kami petik, kami makan, kami jual segala yang bisa ditanam, dipetik, dimakan, dijual. tawa, airmata, hati, jiwa.

di negeri kami. setiap pagi selalu bermula dari daun jendela, dan aroma angin pertama.

Please follow and like us:

2 Replies

  1. andi tafader Reply

    maknyusss, mantaps batuuul

Reply