Bibliotek

koleksi kami tak cukup banyak untuk menyekat ruangan dengan rak setinggi dinding. kami hanya membaca pustaka sederhana, resep masakan dan majalah wanita. sesekali kami membaca tabloid mistik dan katalog lipstik: informasi yang amat sering kami butuhkan. kami ingin rumah kami cukup pintar untuk menyegarkan otak kami, karenanya kami memajang kitab-kitab tua. kami percaya, otak kami terasa segar dan muda ketika membaca sesuatu yang tua. kami membaca kitab suci pula, sekadar hiburan pelipur lara, pengantar tidur anak-anak kami. sebab lebih mudah membacakan dongeng tentang nabi-nabi, daripada cerita Dr. Seuss tentang monster pabrik dan si pohon yang mencemaskan nasib bumi. kami tak secerdas yang kami inginkan, tapi pustaka kami memang bukan untuk mencerdaskan, cukuplah asal membuat kami takut tuhan.

koleksi kami tak cukup banyak untuk meredam suara teriakan di televisi agar tak mengganggu ruang tamu. kami tidur dan bercinta di atas buku-buku, majalah kaum lelaki, juga kamasutra versi playboy. semua yang dituliskan adalah sastra, katamu. maka kami pun mulai membaca neraca dan sukubunga. ah, balance kami tak indah pula.

sesungguhnya kami hanya ingin punya buku tentang danau dan sampan kano, agar kami bisa mabuk dan tenggelam saat purnama. seperti Li Po!

1 Reply

  1. andi t Reply

    dasar bibliomania, nyekat ruangan aja maunya pake koleksi. hehehe

Reply